Archive for February, 2008

Turbulensi Imajinasi

Friday, February 29th, 2008

Ini bukan curahan hatinya.

Theangelswing Denganku, kita bisa terbang bersama. Dengan atau tanpaku, aku tahu kamu masih bisa. Tetapi tanpaku, kamu cenderung diam dan aku pun jatuh. Jadi tolong, jangan pernah lepas aku dari pundakmu. Aku sungguh-sungguh. Karna aku tahu malaikatku butuh aku.

untuk pesan diterima 7.19am, GMT +7:00

aku, pengangguran dan ayat-ayat cinta

Wednesday, February 27th, 2008

Peringatan: Penulis bukanlah pujangga apalagi filsuf. No critics allowed! (HEHE.. boleh deng)

Sejak jadi pengangguran, hidup saya tidak lagi tidak bukan diam diatas tempat tidur baca buku dan online. Tapi dasar dodol, saya pun merasa tidak menghasilkan apa-apa. Sedangkan berita terkini saja, masih sering ketinggalan.

Satu hal yang jadi pertanyaan besar di benak saya. Begitu sulitnya membedakan cinta dan rasa ingin memiliki. Tapi sejauh ini, saya belajar, and I’m trully learn how to.

To love and to posses.. Beda huruf, beda syllable, beda arti. JELAS. Bagaimanapun, seperti "3 ta" godaan bagi kaum pria, Cinta, Harta, Wanita! *correct me if I’m wrong, sepertinya memang salah ;p* Semuanya beda tipis. Antara cinta atau keinginan untuk memiliki.

To love. Harfiahnya, menurut Oxford (saya agak kagum sama Oxford ini, bisa-bisanya dia menterjemahkan arti sehingga bisa sebegitu universalnya *kampungan*)

1. an intense feeling of deep affection, 2. a deep romantic or sexual attachment to someone, 3. great interest and pleasure in something.

Menurut saya, ini bisa berlaku untuk semua jenis percintaan (maaf, gak bisa menemukan kata yang lebih baik :D) ya untuk pasangan, teman, keluarga, anak, semuanya. Seperti iklan kijang jaman dulu.. ada tetehh.. adek… haha..

To possess. Jelas punya arti yang beda. Tapi untuk hal perasaan, ini jadi sangat sulit dimengerti. Secara harfiah saja artinya jelas kalau possess is own. Milik.

Rasanya ini jadi seperti saya sendiri yang berputar-putar membuat semuanya menjadi tambah rumit dan membingungkan. Tapi rasa penasaran memang mengalahkan segalanya. Karena terkadang saya bertanya-tanya, apa betul orang-orang mengerti cara membedakannya? *sok merasa paling bisa, padahal masih belum juga bisa haha..

Cinta itu buta. Menurut saya itu aneh. Tapi saya pernah baca satu quote yang menurut saya meyakini hal itu hanya saja lebih masuk akal hehe.. Love is the triumph of imagination over intelligence (H.L. Menchken). Mirip.

Cinta itu menurut saya tidak buta. Cinta itu percaya. Cinta itu jujur. Cinta itu sabar. Cinta itu IKHLAS. However, yang buta adalah rasa ingin memiliki. Lihat saja orang-orang yang sebegitu ambisiusnya terhadap sesuatu, apa mereka melakukannya atas dasar cinta? saya rasa bukan. Seperti orang-orang juga selalu bilang kalau cinta terkadang posesif. Terkadang. Tapi menurut saya tidak. Semuanya beda arti. Beda makna. Beda realisasi.

Saya sampai tidak tahu harus berkata apa ketika membaca petikan kalimat yang dikeluarkan oleh Maria, satu tokoh yang diceritakan Habiburraman El Shirazi dalam novelnya Ayat-ayat cinta.. mungkin tidak sama tapi kira-kira kalimatnya adalah "sekarang saya tahu beda cinta dan rasa ingin memiliki". Betapa lama proses mengenal kedua rasa ini hingga Ia pun baru menyadari menjelang ajalnya. Saya sangat terharu. Jika saja Ia tahu dari dulu. Andai saja kita tahu dari sekarang.

Bagaimanapun manusia memang tidak pernah tahu, apa tidak mau tahu? Saya pun tidak tahu.

PS: Jangan salahkan saya kalo jadi pusing sendiri bacanya! haha..