Cuman Cuap Cuap

Pasti bingung membayangkan betapa tahannya gue berada di dalam kamar gw sendiri berhari-hari, bahasa kempringnya "ibarat laler dalam toples (bukan topless!)". Dan betapa ekstrimnya gw terlalu sering menulis hal-hal yang nggak penting. Walaupun di buku-buku horoskop jawa sampe peruntungan cina, selalu menyebutkan bahwa orang dengan kelahiran seperti gue ini paling cocok berkarier sebagai penulis, what da h**l?? ahahaha.. It’s just seems like i’m not born to be such a writer,in fact i can’t. (sangat terbukti dari tulisan2 gw yang nggak berujung apalagi bermakna, gak menjadikannya suatu paradoks yang penting, ngomong apa sih gw?)

Sejauh mata memandang, koq jam 5 udah gak ada matahari ya? Hujan yang udah turun berjam-jam lalu masih aja bikin langit terang tetap gelap. Kata orang global warming,climate change. Topik yang gak pernah habis diperbincangkan. Yang lama kelamaan menjadi tidak penting. Setau gw yang namanya bulan ber-ber itu pasti ujan (thanks to my lovely elementary teacher to give me this thought) jadi kenapa mesti marah-marah? Sampe kemarin, waktu temen gw yang ekonom (FYI, gw adalah ekonom nanggung, karna gw adalah mahasiswi di jurusan-seribu-umat-yang-katanya-pengen-jadi-manajer-tapi-kuliahnya-paling-gampang: manajemen), bilang kalo gosip2nya ini adalah ulah para organisasi2 dunia (which i won’t mention here, sebelum gw diboikot!) untuk tetap memelihara "ketergantungan" negara2. Haha.. maunya tuh, menciptakan simbiosis parasitisme dengan kedok simbiosis mutualisme, ada-ada aja. Eemmpp.. dan sambil mendengarkan dan menganalisa gw tetap meyakinkan diri gw "aahhh gosip, namanya ber-ber kan emang musim hujan, kecuali disini jadi summer!" SUMPAH YA? TETEP LOH GUE!

By the way, berbicara mengenai karakter. Pernah gak sih kalian bisa mengenal karakter sendiri? Jujur gw kadang masih sulit, masih meraba. After all, namanya manusia teteup punya unsur narsistik. Mengenal karakter dari kebiasaan, hobi, dan aktivitas, apalagi dari cara berpakaian, cara berbicara, dan tetek bengek lainnya, menurut gw silly, terlalu judgemental. Walopun pada kenyataannya gw sering aja baca-baca buat seseruan hihi..

Lagi-lagi contoh kehidupan dari gue. (Dilarang protes karna cuman gw yang jadi objek riset gw sendiri hihi..) Kadang-kadang yang orang bilang tentang gue, terlalu berat buat gw sendiri. Walopun for some reasons & occasions they know me well.. sial!. Tanpa bermaksud sarkas, definisi "pacar gw gitu" dari pacar gue sendiri bener2 menimbulkan tanda tanya buat gue, am i? Secara penetrasi produk ke pasar aja untuk jadi market leader memakan waktu sangat lama, apalagi pengenalan karakter, which by the way INDIVIDU, produk yang hidup dan bernafas. Jadi definisi "pacar gw gitu" tadi sepertinya masih terlalu merancu. Gak mau muna, gue juga pasti pernah mengeluarkan suatu statement "ih koq dia gitu sih? emang gak bla.. bla.. bla..", see? emosi terbukti mengalahkan rasionalitas, yang pada kenyataannya malah menghambat pengenalan karakter.

Kalo elo?

Leave a Reply