Archive for December, 2007

Cita Cinta

Friday, December 21st, 2007

Wanita dijajah pria sejak duluuu…

Lagu itu jadi backsound hidup Cita hari ini.

Pagi tadi, masih dengan setengah nyawa walaupun tumben jam 6 pagi dia sempat membuka mata karna sapaan pagi dari Bowo. Mengantuk terbukti mengalahkan segalanya seperti emosi mengalahkan rasionalitas. Cita pun tidur lagi. Sejam kemudian ia pun bangun dan membalas sms Bowo seperti biasa dan… tidur lagi! Setelah mimpi bersambung Cita pun terbangun lagi dengan sms balasan Bowo, yang tidak ia sangka, jadi sarapan pagi yang cukup pedas dan pahit.. bukannya bittersweet. Kasihan.

Masih dengan tubuh terkulai, Cita pun mulai berfikir.. Apa memang aku ditakdirkan begini? Jadi single fighter seumur hidup? Padahal sudah kubuang jauh2 istilah itu karna laki-laki mana yang mau sama cewek jomblo yang suka berkelahi? (istilah bodoh dari perempuan bodoh hehe)

Yang menyedihkannya, Cita memang tidak pernah sebegitu cintanya dengan pacar-pacarnya, yaaa.. semata-mata karena ditinggal pergi ditengah proses belajarnya, dimana ia sedang belajar mencintai seseorang. Dan lebih kasihannya, even itu cinta monyet sekalipun. Memang kedengaran ironis. 

Cinta monyet pertama. Cita ditinggal begitu saja karna "terlalu jujur" bilang kalau dia memang blm sayang. Namanya juga anak kecil, sakit hatinya, pergilah ia. Cita cuma bisa meringis geli, sambil bergumam "Aneh, kan aku nggak bohong, salah siapa main tutup2 aja telfonnya, aku kan blm selesai ngomong makanya dengerin dulu dong hihi.."

Cinta orangutan kedua, Cita pun ditinggal pergi setelah tidak berhasil memenangkan hati cinta orangutannya itu dengan fisik. Maklum, jarak jauh. Kalau kata Cita "jarak deket juga gue males kali kalo gitu, emang mo ngapain sih?". Pergilah sang cinta orangutannya itu pacaran lagi, mungkin masih sampai sekarang dan ntah sudah berbentuk apa pacar cinta orangutannya itu.

Pacar ketiga (kali ini Cita mau menyebutnya pacar, karna menurutnya ia memang sudah pantas untuk pacaran) sama mirip hampir persis dengan cinta orangutannya walaupun tidak se ekstrem itu, tapi lebih ekstrem sakit hatinya yang ternyata ekstrem juga keluar dari ingatannya, dalam 3hari saja. Komentar Cita tentang ini "Ya udah lah, inget juga udah nggak gue!"

Bowo. Pacarnya sekarang. Nomor empat. Menurut peruntungan Cina ini angka mati. Mati kandas ditengah jalan atau mati mentok sama dia Cita pun masih bertanya-tanya, tapi sayang ia memang tidak terlalu peduli. Bodo amat katanya, jodoh di tangan Tuhan, gue mah jalanin aja. Cheezy statement, tapi boleh juga.

Tapi tidak untuk pagi ini, dengan sms Bowo yang untuk kesekian kalinya bermodel serupa. Duh, talak tiga nih, gumam Cita. Kalau kata ustad2 harus nikah lagi atau nanti berdosa hihi.. Cita pun sempat menyerah, buat apa dipaksa, tapi salahku apa? Dan dengan bodohya Cita pun berfilosofi pagi-pagi yang ntah dapat ilham dari mana. Aku sendiri meragu apa Bowo mengerti apa yang Cita bilang..

"Kamu akan terus merasa bodoh kalo yang kamu cari itu gimana caranya pintar. Kamu juga akan terus merasa miskin kalo yang kamu cari itu gimana caranya kaya"

"Yang bisa bikin aku bangga bukan karna kamu pintar, kaya, baik apapun definisi kamu. Yang bisa bikin aku bangga adalah kasih sayang dan perhatian kamu. Karna segalanya berawal disitu. Untuk saat ini,itu sudah lebih dari cukup."

Terkadang Cita memang harus mengungkapkan isi hatinya sedalam-dalamnya. Harus berbesar hati terhadap semua yang terjadi didirinya. Karena semuanya bukan tanpa alasan, Tuhan tidak akan memberi cobaan pada umatNya jika Ia merasa umatNya tidak mampu. As Cita always said to herself..

To: CitaSayang

"Aku sayang kamu"

Sent.

K-O-P-I

Thursday, December 20th, 2007

Bagus. Sekarang gue kembali meratapi nasib yang tidak bisa tidur. Sebelumnya gue nggak bisa tidur karena menenggak 1 cangkir raksasa caffe latte (yang kata temen gue gak manis itu) dan sekarang gue gak bisa tidur karena membaca habis dalam beberapa menit filosofi kopi-nya dee yang selama berbulan-bulan masih anteng dalam bungkus plastiknya. Kuncret! Coffee is my frenemy this time(fren sama enemy gitu maksudnya).

Kembali ke ulasan sebelumnya, karakter. Terserah deh orang mau pikir apa, tapi I don’t complicating things, just having too high curiousity to myself. A little bit narsistic. But too much self acknowledgement.

Another justification about myself. Thanks to my lovely bitchy brother hehe..

Gue: "Eh, gue udah nonton Quickie Express. Apanya yang lucu. Kampungan gitu. Becandaannya jorok. Gue masih menghargai becandaan porno, tapi yang ini JOROK."

Adek gue: "Gak lucu gimana? Lucu gitu.Dasar elo aja yang aneh. Emang begitu adanya."

Gue: "Tetep aja jorok. Apalagi pas adegan yang OB makan kulit aming yang digigit piranha."

Adek gue: "Yang laen ketawa nggak? Elo doang kan yang nggak? Ya elo yang aneh!"

Gue: "Bodo amat. Emang gue aneh. Orang semua temen2 gue aja yang nyuruh gue nonton gue semprot, gue bilang lucu dari mana, aneh. Ony bahkan bilang urat ketawa gue putus. Tapi bodo amat, emang gak lucu! Kalo gue jadi pengamat film udah gue komentarin gila-gilaan deh itu film."

Adek gue: "……" (sambil ngebayangin, dasar mbeka aneh!)

Gue: "Udah gitu, sepanjang film gue bertanya-tanya, ini film settingnya 80an apa 2000an sih? Koq pake baju kurang jadul tapi rumahnya pake tv plasma? Mode sih mode, tapi lebayatun amat. Jadi unclear tau gak. Sumpah ya nonton tuh buat gue sekarang adalah alur, audio dan visual. Harus menarik. Kalo nggak mah mendingan gue tonton aja dvd-nya"

Adek gue: "Nonton I Am Legend aja, kayanya bagus tuh"

Gue: "Emang mau nonton itu, mudah2an bagus"

Nyokap gue: "Dek, kamu sering juga nonton bioskop ya?" (setelah bingung denger gue marah2 dan denger anaknya yang satu nyebut2in judul film)

Adek gue: "Ya nggak juga sih, akhir-akhir ini aja"

Nyokap gue: "Oooohhh…"

Gue: "Siapa sih sutradaranya tuh film koq gue lupa ya (quickie express maksudnya?)" (masih dilanjutin loohhh… teteuupp gueee!! sumpah ya)

Adek gue: "……." (semakin males denger omongan gue)

PS : Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap para pihak yang terkait, kru, sutradara, pemain maupun penonton dengan film pada topik blog kali ini. Tapi suerr.. gue emang gak terlalu tertarik hihi.. maaf yak! Seperti slogan-slogan anak sma jaman sekarang, peace love and gaul! :D

Cuman Cuap Cuap

Thursday, December 20th, 2007

Pasti bingung membayangkan betapa tahannya gue berada di dalam kamar gw sendiri berhari-hari, bahasa kempringnya "ibarat laler dalam toples (bukan topless!)". Dan betapa ekstrimnya gw terlalu sering menulis hal-hal yang nggak penting. Walaupun di buku-buku horoskop jawa sampe peruntungan cina, selalu menyebutkan bahwa orang dengan kelahiran seperti gue ini paling cocok berkarier sebagai penulis, what da h**l?? ahahaha.. It’s just seems like i’m not born to be such a writer,in fact i can’t. (sangat terbukti dari tulisan2 gw yang nggak berujung apalagi bermakna, gak menjadikannya suatu paradoks yang penting, ngomong apa sih gw?)

Sejauh mata memandang, koq jam 5 udah gak ada matahari ya? Hujan yang udah turun berjam-jam lalu masih aja bikin langit terang tetap gelap. Kata orang global warming,climate change. Topik yang gak pernah habis diperbincangkan. Yang lama kelamaan menjadi tidak penting. Setau gw yang namanya bulan ber-ber itu pasti ujan (thanks to my lovely elementary teacher to give me this thought) jadi kenapa mesti marah-marah? Sampe kemarin, waktu temen gw yang ekonom (FYI, gw adalah ekonom nanggung, karna gw adalah mahasiswi di jurusan-seribu-umat-yang-katanya-pengen-jadi-manajer-tapi-kuliahnya-paling-gampang: manajemen), bilang kalo gosip2nya ini adalah ulah para organisasi2 dunia (which i won’t mention here, sebelum gw diboikot!) untuk tetap memelihara "ketergantungan" negara2. Haha.. maunya tuh, menciptakan simbiosis parasitisme dengan kedok simbiosis mutualisme, ada-ada aja. Eemmpp.. dan sambil mendengarkan dan menganalisa gw tetap meyakinkan diri gw "aahhh gosip, namanya ber-ber kan emang musim hujan, kecuali disini jadi summer!" SUMPAH YA? TETEP LOH GUE!

By the way, berbicara mengenai karakter. Pernah gak sih kalian bisa mengenal karakter sendiri? Jujur gw kadang masih sulit, masih meraba. After all, namanya manusia teteup punya unsur narsistik. Mengenal karakter dari kebiasaan, hobi, dan aktivitas, apalagi dari cara berpakaian, cara berbicara, dan tetek bengek lainnya, menurut gw silly, terlalu judgemental. Walopun pada kenyataannya gw sering aja baca-baca buat seseruan hihi..

Lagi-lagi contoh kehidupan dari gue. (Dilarang protes karna cuman gw yang jadi objek riset gw sendiri hihi..) Kadang-kadang yang orang bilang tentang gue, terlalu berat buat gw sendiri. Walopun for some reasons & occasions they know me well.. sial!. Tanpa bermaksud sarkas, definisi "pacar gw gitu" dari pacar gue sendiri bener2 menimbulkan tanda tanya buat gue, am i? Secara penetrasi produk ke pasar aja untuk jadi market leader memakan waktu sangat lama, apalagi pengenalan karakter, which by the way INDIVIDU, produk yang hidup dan bernafas. Jadi definisi "pacar gw gitu" tadi sepertinya masih terlalu merancu. Gak mau muna, gue juga pasti pernah mengeluarkan suatu statement "ih koq dia gitu sih? emang gak bla.. bla.. bla..", see? emosi terbukti mengalahkan rasionalitas, yang pada kenyataannya malah menghambat pengenalan karakter.

Kalo elo?

regret

Monday, December 17th, 2007

sial! gw gak bisa tidur. padahal gw udah gonta ganti bacaan dari tadi, mulai dari majalah dewasa (secara dapet free test pack! gw jadi iseng pengen nyoba pake ahaha..) sampe novel2 karya anak2 berbakat indonesiana seumur gw yang isinya ringan nan menghibur, crunchy! (coklat kali nek!)

well, wanna share thoughts aja. dari tadi even gw baca buku udah kaya gonta ganti baju (bukan gonta ganti pacar loh! ntar KD nyanyi lagi sama gw.. i’m sorry goodbyeee… *apa sih*) tetep aja gw kepikiran. does anybody ever feel the same as i do now? for some reason, eemmmpp… mostly.. gw selalu agak sedikit menyesal dengan perbuatan gw! yang paling keliatan sih masalah uang.. bukti autentiknya lagi adalah.. "kenapa sih mesti beli ini?" though it doesn’t have to be money ya, kadang2 gw juga menyesali perbuatan bodoh gw yang kadang gak abis gw pikir.. beeuuww.. gayamu to nduk! hehe..

have you ever feel like that?? or just me who complicating things?

jadi inget jaman dulu, jaman2nya bokap gw masih berjuang, gw masih main di got sama kebongce (kata shincan).. berlebihaaan! padahal cuman berenang sama ikan sapu2 di kolam ikan (anjrit! lebih kampung ahahahaha) Jaman itu kayaknya ya.. semuanya tuh terasa sangaaattt menyenangkan! sampai suatu hari.. mau lebaran nih (FYI, gw gak pernah dibiasain sama orang tua gw buat beli baju baru.. never never ever!! yang akhirnya jadi kebiasaan sampe sekarang, tp beli baju mulu tiap hari keknya ahahahaha.. boong deng!) kita semua bertamasya ke.. PASARBARU! jaman taun 90an memukau tuh! hehe.. gak deng! bisanya emang kesitu doang.. yaudahlahyaaa.. okeh lanjut.. trus gw dan adek gw yang kala itu umurnya baru 2taunan kali ya, bcoz i was like 5 or something.. dibeliin baju sama bokap! seneng dong?! ya abis, jarang2 gw dibeliin baju, banyak lagi!! gw paling inget banget betapa demandingnya gw akan jaket kuning kerokeropi ber-capuchone(maafkan aku kalo salah tulis) yang akhirnya dibeliin.. nah ini dia the most tragic moment in life versi gw! ketika harus bayar! i was so.. aarrrrgghhH!!! gw sediiiiihhhhhhhhhhnyaaaaaaaa setengah mati pas tau kalo total belanjaan itu harganya sekitar 150 or 300rb if i’m not mistaken.. ngeliat nyokap gw ngeluarin duit yang jaman itu kan jarang 50ribuan, jadi masih 5ribuan kali yang gaul,yang udah kaya segepok heboh aja pdahal itu 100rb.. gw udah gak sanggup! pengen nangisss… yang ada di otak gw adalah.. "gimana ya caranya ngurangin itu?" sampe akhirnya gw bilang sama orang tua gw "maa, koq mahal ya? kalo gitu jaket kuningnya gak usah aja ma, kan baju buat eka juga udah banyak" *shit! knp sekarang gw nangis?* dan lo tau nyokap bokap gw jawab apa? "sudah nak, gak apa2, kan sekali2 belinya, eka suka jaketnya kan?" dan gw cuman bisa mengangguk polos.. sejak saat itu.. gw gak tau mesti bilang apa sama orangtua gw! i wish i could be like them, gw harus punya cukup uang supaya anak gw bisa nikmatin apa yang gw pernah nikmatin! dduuuuileee.. gaya lo cun! :D

back to the topic.. balik maning nyang leeepptooopp (heran gw ada koq bisa2nya ada mc talkshow sangat ekstrem.. jelek dan ndesonya! ahahahaha.. gak deeeeenggg.. don’t judge tukul by he’s face dong, tapi by untune -giginya.red- iihihihiii.. maknyus tuh kalo kata pak bondan!)

tapi gimana ya, cuman emang for some reasons kita kadang lupa, apalagi hidup di indonesia dengan "compulsive buying behavior" yang sangat kental akar budayanya. But, it doesn’t mean kalo gw men-stereotype-kan semua orang begitu loh,it’s just the majority.. apalagi survey kalo orang jakarta makin tajir aja! (makin tajir koq orang miskin juga malah tambah banyak!)

well, cuman ngasih contoh aja, itu kira2 yang paling ekstrim yang bisa diinget otak gw sejauh ini.. otak gw kan nggak irreplaceable seperti kata mbak beyonce!

tapi, ketika rasa itu kembali (betharia sonata degh gw!), when you regret all things u’ve done.. like i do now! it feels so GILAGILAAN! gengges banget bok! (ganggu banget man!)

sounds absurd huh? funny don’t you think? i don’t think so. seriously.

aku. buku. komputer. REPELITA.

Saturday, December 15th, 2007

Harus dimulai dari mana?

emmhh… kemarin2 memang gw terlalu sibuk sepertinya (well, sok sibuk lebih tepatnya hihi) sampe sepupu gw menjatuhkan dirinya dari tempat tidur sengaja biar gw noleh dari depan komputer, kasihan kamu nak!

sudah 3hari gw menyambut hari yang pengangguran ini, dengan buku dan komputer yang kian menjadi sahabat kental nan akrab!untung aja dari 3hari pengangguran ini gw masih punya sisa2 uang buat penghidupan gw walaupun cukup kalo gw dirumah aja.. sial! hehe..

demi menjunjung tinggi asas sumpah pemuda dan semangat generasi muda indonesia *alah* sepertinya gw harus mengisi hari2 gw dengan kegiatan super positif, yang membuat tubuh sehat tanpa harus mengeluarkan sepeser uang.. BERSIHIN RUMAH! AHAHAHAHAHAHAHA… BODOH!

okay, another lonely saturday nite! bentar lagi tahun baru.. gw benar2 harus membuat resolusi tahun baru which is hanya dibibir saja biasanya ihihihi.. tapi ya sudah biarlah yang penting punya, kan buat gaya2an, kalo ditanya resolusinya apa gw punya list-nya, seakan2 memukau gituu.. padahal ya bok! ampun deh agh!

mari merinci..

- potong rambut (ini memang sangat tidak penting, kenapa gw harus masang ini sebagai resolusi? ya biar rame aja daftarnya ihihi..)
- les ini itu (ya walaupun tahun2 sebelumnya les2 ini itu gw gak juga pernah berhasil, kandas di tengah jalan.. end up with my lovely terminated statement "kayanya gw emang udah tua, udah gak bisa lagi belajar yang beginian, terlalu susah! mo cari yang lain aja", jadi mau lo apa sih nyeett?? ahahahaha)
- sekolah lagi (doyan amat sekolah, yaa biar ada kerjaan aja deh hehe.. lagaknyaaaa..)
- dapet kerjaan (yaa kalo yang ini mah dewi fortuna namanya, dapet kerjaan alhamdulillah kalo blm dapet ya gw bikin kerjaan aja sendiri kali nggak? contohnya ngeberantakin rumah dan merapikannya lagi, itu kerjaan kan? ahahaha)
- kawin (bwakakakakakakakakakakaka…. kawin aja sama tembok!)

Okay stop it! don’t wanna write no more.. sepertinya itu bukan resolusi tahun baru tapi lebih kepada REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun) ahahahaha…

THE END.