jakarta. sosial. ekonomi. aku apa?
di sebuah kolong jembatan yang rentan kecelakaan itu…
aku, laki-laki, 3 tahun.
rasanya sudah sejak lahir aku hidup sebebas ini, mencari sepeser uang untuk ibuku makan. padahal, di belahan dunia lain, mungkin aku harusnya didandani dengan necis oleh ibuku dan dicubit gemas oleh semua orang yang melihatku. sayangnya aku tidak begitu.
tapi aku tidak perduli buktinya toh aku senang-senang saja, tidak beralaskan kaki di aspal panas sambil menenteng plastik bekas bungkus permen kopi dan menadahkannya tepat di jendela mobil yang sedang antri walaupun memang sampai saat ini blm pernah sampai. tinggiku saja masih separuh pintu mobil. itupun yang kecil, yang orang-orang bilang "sedan".
terkadang aku sedih. diujung sana aku lihat kakak-kakak itu sedang berlomba-lomba mencari bekal hidupnya yang belum tentu akan lebih bahagia dari aku nantinya. perlombaan cukup sengit memang.
Ibu, kapan ya aku bisa seperti mereka? bercanda gurau dengan teman-temannya, tidak seperti aku yang lari-larian sendirian di lantai abu-abu ini.
Ibu, itu apa? kotak kecil yang bisa dilipat yang sepertinya mereka serius sekali kalo sudah melihatnya? terkadang aku melihat jari-jarinya seperti bermain diatasnya?
Ibu, bagaimana ya rasanya naik di kendaraan itu? yang akupun tidak lebih tinggi dari pegangan pintunya
Tuhan, apakah aku bisa seperti mereka? kalaupun aku tidak, aku bersyukur, karna tanpa aku mungkin mereka terlalu takabur akan hidupnya. dan aku bangga karenanya.
Tuhan, terimalah rasa syukur dan terimakasih dari hambamu ini yang nyaris tak pernah mensyukuri segala nikmatMu..